Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Monyet yang Jatuh Cinta

Gambar
Di film-film, komik-komik, novel-novel, dan banyak media yang 'bercerita', sebagian besar bilang kalau yang namanya suka sama si doi itu terjadi di masa putih abu-abu. Tapi gue kecepetan. Kelas dua SMP yang membosankan, gue jatuh cinta. Semua berawal dari obrolan ngawur temen-temen gue yang berencana macarin adek kelas secara berbarengan. Gue ketawa dalam hati, mengejek betapa ngaconya ide itu. Tapi mereka tetap melakukannya. Dan... coba tebak. Mereka berhasil! Ada tiga orang temen gue yang akhirnya benar-benar bisa pacaran sama adek kelas, dan, yang lebih mengherankan, mereka dapat yang terbaik. Satunya dapet yang paling ganteng, satunya dapet yang paling pinter. Saat itu gue cuma ngasih selamat asal-asalan, nggak terlalu perduli. Maksudnya, ini SMP, bro. Masa emas buat ngembangin hobi dan bersenang-senang. Gue nggak punya waktu buat ngurus hal nggak penting kayak pacaran. Hal merepotkan kayak rasa suka. Itu lah yang gue pikirkan selama SMP...

Realita Awal 20-an

Gambar
6 November 2019. Gue di kosan, sendirian, dengan tenggorokan sakit dan jempol bengkak bekas digigit semut. Rasanya... frustasi, insekyur, sedih, dan banyak emosi negatif yang bahkan nggak bisa gue identifikasikan. Gue frustasi dengan revisian skripsi yang nggak kunjung selesai, insekyur sama komentar orang-orang yang terus-menerus nanya "kapan wisuda", dan sedih karena gue ngerasa berjuang sendirian. Gue iri banget sama temen-temen yang udah duluan lulus, entah karena mereka rajin atau emang karena banyak yang bantu jadi cepet aja gitu. Asli gue iri banget. Banyak penyesalan yang gue rasakan dari berbulan-bulan lalu sampai sekarang, tapi gue susah berubah. Alasannya karena, menurut gue, nggak ada trigger buat berubah. Gue berjuang sendirian meski harus melampaui kapasitas diri. Nggak apa. Gue masih kuat. Gue bisa, meski pelan. Yang jadi masalah adalah lingkungan gue sama sekali tidak mendukung diri gue yang seperti ini. Entah udah berapa bulan nggak ketemu boka...