Melebur Bersama 'Supernova'
Pada suatu hari yang cerah, sahabat gue yang menganggap buku adalah raja merekomendasikan satu novel ke gue. Judulnya Supernova. Saat gue liat pengarangnya Dewi Lestari yang saat itu gue kenal sebagai seorang penyanyi kegemaran mamak gue, akhirnya dengan menggebu-gebu gue pun meminjam itu novel. Seri Supernova pertama yang gue baca adalah Petir. Tiba di halaman terakhir, gue melesat ke rumah sahabat gue dengan ekspresi kebelet. Gue nagih seri Supernova yang lain dengan nggak nyante, sampai-sampai sahabat gue mengancam akan telpon polisi karena muka gue udah kayak mau rampok bank. Setelah didinginkan dengan segelas Mar*mas, gue pun bertransformasi jadi guguk yang siap dikasih tulang. Sahabat gue akhirnya menarik napas panjang dan berkata, “Gue cuma punya satu seri.” Anjir . Dengan wajah masam, gue pulang sambil misuh-misuh. Beberapa bulan kemudian gue pergi ke Gramedia. Niatnya sih beli komik. Tapi sampai disana gue malah dikasih pemandangan indah berupa seri Sup...