Melebur Bersama 'Supernova'
Pada
suatu hari yang cerah, sahabat gue yang menganggap buku adalah raja
merekomendasikan satu novel ke gue. Judulnya Supernova. Saat gue liat
pengarangnya Dewi Lestari yang saat itu gue kenal sebagai seorang penyanyi
kegemaran mamak gue, akhirnya dengan menggebu-gebu gue pun meminjam itu novel.
Seri
Supernova pertama yang gue baca adalah Petir. Tiba di halaman terakhir, gue
melesat ke rumah sahabat gue dengan ekspresi kebelet. Gue nagih seri Supernova
yang lain dengan nggak nyante, sampai-sampai sahabat gue mengancam akan telpon
polisi karena muka gue udah kayak mau rampok bank.
Setelah
didinginkan dengan segelas Mar*mas, gue pun bertransformasi jadi guguk yang siap
dikasih tulang. Sahabat gue akhirnya menarik napas panjang dan berkata, “Gue
cuma punya satu seri.”
Anjir.
Dengan
wajah masam, gue pulang sambil misuh-misuh.
Beberapa bulan kemudian gue pergi ke Gramedia. Niatnya sih beli komik. Tapi sampai disana gue malah dikasih pemandangan indah berupa seri Supernova : Gelombang yang tengah duduk manis di rak tempat buku-buku baru. Saat itu gue percaya bahwa di bumi ini ternyata masih ada surga.
Hari itu uang gue ludes beli semua seri Supernova. Tanpa satu komik pun.
Supernova :
Seminggu
kemudian, akhirnya gue berhasil menamatkan lima seri Supernova. Gue nggak akan
bilang gimana kesan baca Supernova karena kalian kalian yang udah baca pasti
ngerti. Rasanya kayak ada yang meletup-letup gitu di dada, kan? Kayak ada
kupu-kupu berterbangan di perut, kan? Apa? Jatuh cinta? Iya gue emang udah
jatuh cinta sama Supernova.
Jadi
selain rasa yang tidak terbayangkan itu, daya tarik Supernova pastinya adalah
misteri-misteri yang di setiap serinya dibuka sekelumit aja. Bikin gemes. Nah,
di postingan ini gue mau berdiskusi(?) sama kalian, pembaca Supernova, tentang
plot besar yang masih kabur itu. Postingan ini cuma pendapat pribadi gue dan
pastinya banyak yang sependapat dan nggak sependapat. Berhubung pecinta novel
di lingkungan gue itu relatif sedikit, jadi gue pengen memanfaatkan weblog ini
buat curcol(?) sekaligus diskusi :D
Sebelumnya,
makasih banyak buat yang udah mau mampir dan mau baca! :D
Asko
Pada
seri Gelombang, tempat bernama Asko ini muncul. Dari apa yang Alfa bagi sama
kita, Asko punya enam penghuni termasuk dia. Bahkan Alfa adalah pendesain Asko.
Asko ini hidup, punya denyutan, ‘dimensi volume’, yang sayangnya susah gue
bayangin padahal sudah dijelaskan secara rinci orz.
Gue
masih belum ngeh apa fungsi Asko buat dunia nyata, dan fungsi dunia nyata buat
Asko.
Infiltran, Sarvara, Peretas
Di Gelombang,
lagi-lagi kita kenalan sama yang namanya Infiltran, Sarvara dan Peretas. Para
Peretas itu penghuni Asko. Mereka punya fungsi masing-masing untuk menjalankan
suatu ‘misi’. Para Sarvara ini yang bertugas menghalang-halangi mereka. Para
peretas itu kemudian memutuskan untuk ‘amnesia’ dan lahir ke Bumi bersama
dengan Infiltran dan Sarvara. Infiltran ini yang membantu Peretas untuk ‘mengingat
kembali’ siapa mereka.
Infiltran & Sarvara
Lagi-lagi
pada Gelombang, dr. Kalden menjelaskan bahwa Infiltran dan Sarvara tidak bisa
berada dalam satu tempat dalam waktu yang lama. Mereka bertolak belakang, salah
satu dari mereka harus lenyap. Sejauh ini Sarvara lah yang selalu lenyap.
Pada
catatan Alfa, bila Infiltran dan Sarvara bertemu maka atmosfer di sekitar menjadi
panas. Terus kepala sebelah kanannya akan berdenyut. Dalam secuil seri
Intelegensi Embun Pagi, Kell bilang sakit kepala itu karena para Peretas
mendapat ‘ingatan’. Peretas yang sensitif juga bisa merasakan kehadiran
Infiltran atau Sarvara.
Infiltran
Dr.
Kalden menjelaskan bahwa Infiltran tidak bisa mati. Mereka membawa ingatan yang
nantinya akan membantu Peretas untuk ‘mengingat’. Tiap Infiltran membawa
porsinya masing-masing, jadi mereka tidak boleh memberi petunjuk pada Peretas
lebih dari porsi.
Sarvara
Sarvara
juga tidak bisa mati. Sarvara bisa berpindah wujud menjadi apa saja jadi susah
dilacak. Sarvara punya semacam alat yang dijadikan senjata yang selalu dibawa
kemana pun, kayak Ompu Togu Urat yang bawa-bawa tongkat, dan Pemba yang bawa
belati. Sarvara bakal ngebunuh tiap ada kesempatan.
Nama, Simbol, Kode
Dari
semua seri Supernova, kita diajak kenalan dengan banyak tokoh. Tokoh utama, ya,
udah pasti mereka yang punya ‘kode’ dan ‘fungsi’ alias para penghuni Asko.
Terlepas dari itu, penamaan yang dipilih mbak Dee keren banget menurut gue.
Akar
Akar, si
penghuni Asko ini amnesia menjadi seorang Bodhi
Liong. Bodhi itu nama pohon, dan akar identik sama pohon XD. Simbol-simbol
untuk para Peretas di Asko sesuai dengan simbol-simbol di cover masing-masing
seri kayaknya. Kode untuk Bodhi jelas akar. Nah, gue masih belum ngeh Bodhi ini
“peretas” apa. Mulai umur 6 tahun, Bodhi jadi bisa lihat ‘apa yang seharusnya
nggak terlihat’.
Bodhi
diasuh guru Liong, yang gue sempet
ngira dia Infiltran. Tapi Infiltran kan ga bisa mati, terus kenapa guru Liong malah
meninggal…
Selanjutnya
Kell. Orang yang ngajarin Bodhi seni
tato. Ada 617 rajah yang harus Kell sebarkan, entah buat apaan. Bodhi yang
terakhir, tatonya Star Tetrahedron. Kell jelas abadi, dia udah hidup lama, tapi
kemudian dia K.O di ladang ranjau. Dari apa yang dia perbuat ke Bodhi,
kemungkinan besar dia Infiltran. Apalagi di sekelumit Intelegensi Embun Pagi,
Kell bertemu Alfa dan bilang kalau dia adalah ‘tongkat estafet’ selanjutnya
bagi Alfa. Kell ditato simbol ‘Om’ oleh Bodhi.
Lalu Ihstar Summer. Ini nih yang paling bikin penasaran. Ihstar datang dan
pergi kayak kentut, walau sekejap tetep aja bau. Ihstar dan Kell ini kayak
nggak pernah betah bersama dalam waktu yang lama. Nah, kalau Kell ini Infiltran,
apakah berarti Ihstar ini Sarvara? Menurut gue sih nggak juga. Satu, Ihstar
nggak ngebunuh Bodhi padahal dia punya kesempatan untuk itu. Dua, Ihstar nggak
bawa-bawa senjata. Tiga, walaupun Ihstar sering satu ruangan sama Kell, Bodhi
nggak ngerasa ‘panas’ yang Alfa rasain waktu dr. Kalden bareng-bareng sama
Pemba. Empat, Kell bereaksi biasa aja pas Bodhi bilang ia ciuman sama Ihstar.
Sebelum hilang, Ihstar ditato simbol ‘Tree of Life’ oleh Bodhi.
Kemudian
Bong. Dia sepupunya Mpret yang
muncul di seri Petir. Bong ini kunci pertemuan Bodhi sama Elektra.
Petir
Petir
terlahir amnesia menjadi Elektra atau
Etra. Elektra berarti listrik, udah
jelas banget hubungannya sama petir XD. Etra pernah kesambar petir dan masih sehat walafiat.
Berkat itu dia kadang bisa nyetrum orang. Gue juga belum ngeh Etra ini
‘peretas’ apa. Mungkin peretas memori(?) karena dia kayak bisa baca pikiran pas
lagi nerapi orang.
Hidupnya
berubah pas ketemu Bu Sati. Bu Sati yang
ngajarin Etra terapi listrik. Dari deskripsi yang Etra kasih kalau Bu Sati ini
tampangnya ga berubah sedari dia kecil, kemungkinan Bu Sati itu Infiltran.
Terus
Toni alias Mpret. Orang yang bantu
Etra jadi pengusaha. Mpret ini sepupunya Bong, kunci ketemunya Etra sama Bodhi.
Petir
adalah seri pertama yang gue baca berbulan-bulan lalu, dan gue lupa sebagian
besar adegannya /plak
Partikel
Zarah Amala. Zarah artinya partikel, ini mah
terlalu jelas XD. Zarah punya bapak maniak jamur. Suatu malam dia diajak ke bukit Jambul yang angker luar biasa sama bapaknya. Kemudian ayahnya menghilang. Zarah lalu kembali
ke bukit Jambul untuk mencari petunjuk dan disitu dia ketemu jamur enteogen beserta ‘gerbang dimensi’. Dari jurnal-jurnal ayahnya, terungkap suatu dimensi
lain tempat makhluk-makhluk yang kita sebut alien berada. Tapi Zarah belum
‘diijinkan’ masuk.
Ayahnya,
Firas, menghilang meninggalkan
jurnal untuk Zarah. Di seri Gelombang, para Peretas yang bertemu dengan
Infiltran atau Sarvara mengalami sakit kepala sebagai proses kembalinya
ingatan. Di seri Partikel ini gue nggak menemukan hal itu terjadi pada Zarah.
Yang gue tahu sakit kepala itu cuma terjadi pas Zarah makan jamur enteogen aja.
Apakah Firas termasuk Infiltran atau Sarvara? Atau tidak keduanya? Masih belum
jelas di kepala gue orz. Tapi menurut gue Firas mungkin Infiltran, atau tidak
keduanya.
Simon Hardiman. Dia
ini yang ngasih Zarah kamera, sekaligus teman Firas. Sahabat gue bilang mungkin Simon ini Sarvara. Dia juga punya senjata berupa tongkat, khas Sarvara banget
katanya. Tapi, kalau misalkan Firas itu Infiltran, kok dengan gampangnya dia
ngasih kopian jurnalnya sama Simon tanpa menyelidiki lebih dulu apakah dia
Infiltran atau Sarvara? Atau mungkin Firas itu emang bukan Infiltran atau
Sarvara, atau malah Simon yang bukan Infiltran bukan Sarvara. Hmmmm.
Gelombang
Alfa Sagala. Di Fisika, ada yang namanya
gelombang Alpha, keliatan kan XD. Nah, waktu kecil dia bertemu Jaga
Portibi, dan mulai mengalami mimpi-mimpi yang sama setiap malam. Alfa adalah
‘peretas’ mimpi. Alfa yang pertama tiba di Asko dan yang paling banyak dapat
‘ingatan’.
Di
Gelombang muncul lagi Ihstar Summer. Datang
dan pergi kayak kentut juga. Ihstar muncul lagi di mimpi Alfa sebagai ‘kubu
cahaya’. Saat ia ingin memilih Ihstar, si Jaga Portibi menariknya dan bilang
“Bukan begini caranya”, “Ini yang terakhir”, dan “Bangun!”. Kalau memang si
Jaga Portibi ini adalah ‘pelindung’ yang muncul saat Alfa dalam bahaya, jadi
Ihstar adalah…
Dalam
Akar gue pikir Ihstar bukan Sarvara. Di Gelombang juga sama. Ihstar punya
banyak kesempatan buat bunuh Alfa tapi dia malah hilang. Sengaja, mungkin? Biar
Gelombang bisa ketemu Akar? Idk. Lalu buat apa Jaga Portibi muncul?
Yang
bikin gue tambah mumet itu kenapa Jaga Portibi bilang “Bukan begini caranya”? Itu
maksudnya apaannn ;;;; dan lagi Ihstar bilang dia kenal orang Indonesia yang
nggak ketemu di Indonesia. Maksudnya Bodhi kah? Atau mungkin Diva? Gio?
Idk.
Idk. Idk.
Satu
lagi, saat Alfa tenggelam di danau, ada lima wajah yang ia lihat. Gue pikir itu
Bodhi, Etra, Zarah, Gio dan… satu lagi perempuan. Ketika bertemu Ihstar, Alfa
terus bertanya, “Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”. Mungkinkah…?
Dan yang
jadi pertanyaan terbesar gue sampe sekarang; di Asko, saat Alfa tanya apa
hubungan Ihstar sama Asko, Bintang jatuh bilang, “Segalanya.”
MAKSUDNYA
APA COBA ASDFGHJLDAHDAIHDKS
Gio Alvarado
Di
Gelombang (lagi-lagi), Gio ketemu Amaru yang ngasih dia empat batu bertanda.
Masih ada dua lagi, katanya. Mungkin yang dua lainnya itu batu-batu yang dibawa
Alfa. Mungkin. Jadi Amaru ini nyuruh Gio menemukan orang sejumlah batu itu.
Amaru juga bilang Gio bagian dari mereka.
Penghuni
Asko ada enam. Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, Gio, dan gue rasa satunya lagi
mungkin Ihstar. Kalau Gio harus nyari empat orang, mungkin itu Bodhi, Elektra,
Zarah dan Alfa. Ihstar sendiri masih ga jelas kan.
Gue juga
belum menemukan tanda-tanda Gio mengalami hal-hal diluar akal, dan kode dia itu
apaan.
Diva Anastasia
Di dunia
maya dikenal dengan ‘Supernova’, di karangan Dimas & Reuben dikenal sebagai
‘Bintang Jatuh, ‘cyber avatar’.
Diva ini
kayak tahu segalanya. Yang gue bingung, dia bilang dia udah cinta sama Ferre
jauh sebelum Ferre sendiri tahu. Maksudnya apa? Terus juga waktu Dimas &
Reuben nanya ke Supernova apakah Supernova tahu siapa mereka berdua, Supernova
bilang “Aku tahu semua kandidatku.”
Nah, lo.
Tambah bingung. Kandidat buat pengamat, katanya. Entah ada hubungannya sama
Peretas atau gimana.
(WAIT,
PERETAS? HACKER?)
(Jadi
kalo semisal dunia ini jaring laba-laba (web) berarti para Peretas (Hacker) itu…
)
(Nah,
lo.)
Kemudian
tiba-tiba Diva menghilang, dan alamat surel Dimas mendadak ada di daftar
emergency-nya. Dimas kemudian dihubungi oleh Gio.
Nah, lo.
Skenario besar-besaran ini.
Di Asko,
Bintang Jatuh muncul sebagai ‘penjaga kandi’, dia bilang dirinya adalah ‘gugus
sebelum oktahedral’. Setelah Alfa menerima ‘ingatan’, Alfa bilang Bintang Jatuh
tidak seharusnya ada di Asko.
Yang
nyedot perhatian gue itu adalah maksud dari ‘gugus sebelum oktahedral’. Simbol
oktahedral punya enam sudut segitiga yang menggambarkan enam orang peretas itu
kan ya. Nah, kalau misalkan beneran ada sebuah gugus sebelum gugus oktahedral,
mungkin nggak sih ada ‘peretas’ lain sebelum peretas-peretas dari ‘gugus
oktahedral’? Mungkin nggak simbolnya punya lima bintang?
(Mungkin
nggak sih kalau itu ada hubungannya sama Diva, Ferre, Rana, Dimas & Reuben?)
… gelap.
Tahun
1978 – 1998 : Kisah Bodhi. Di tahun-tahun akhir
dia ketemu Ihstar dan Kell.
2001 : Dimas dan Reuben mulai membuat masterpiece mereka, sementara itu skenario
yang mereka
tulis betul-betul terjadi. Di tahun yang sama Elektra membangun
Elektra Pop.
2002 : Waktu ‘sekarang’ dalam seri Akar.
Elektra berhasil belajar nyetrum.
2003 : Diva hilang. Alfa bertemu Ihstar
dan Kell. Zarah pulang ke Indonesia buat menghadiri pemakaman Abahnya. Bodhi
dan Elektra ketemu. Gio pulang ke Jakarta buat ketemu Dimas. Alfa ke Indonesia
buat ketemu Bodhi.
MEREKA
BAKAL KETEMU GAIS ASDFHDSJADLJADKLJ IM SO EXCITED
(tapi
tetep Peretas terakhir belum muncul…)
Plot
Jadi
sebelum postingan ini semakin ngaco, ada beberapa dialog yang bikin gue sangat
amat penasaran.
Pada
Gelombang, Alfa sempat bertanya, “Sudah berapa lama Anda hidup sebagai
MANUSIA?” dan dr. Kalden menjawab, “Ever
since the first escape.” Menurut gue the
first escape itulah awal kenapa Peretas harus lahir dengan amnesia, dan
alasan kenapa Infiltran dan Sarvara itu ada.
Perkataan
dr. Kalden yang lain juga; “Yours is not
the only Octahedral bond out there, and you’re not the only Dreamscapist. There
are 64 bonds altogether for each Grand Escape.” Wow. Gue makin puyeng.
Gambaran
di kepala gue, misalkan dulu para Peretas itu ingin membangun Asko untuk suatu
“misi”. Mungkin ada masalah internal atau apa, salah satu dari mereka
memutuskan untuk pergi. Dugaan gue itu Ihstar (atau siapapun itu yang jadi
orang keenam). Karena satu hilang, Asko nggak seimbang. Untuk itu mereka perlu
berkumpul lagi, kemudian mereka lahir sebagai manusia (mungkin ini yang
disebut-sebut sebagai escape). Mulai
saat itu mereka kejar-kejaran sama waktu. Peretas amnesia supaya nggak
ditemukan Sarvara lebih dulu (dr. Kalden bilang semakin Peretas ingat, semakin
berbahaya mereka). Sementara Infiltran dan Sarvara saling bentrok demi
melaksanakan tugas.
Pertanyaan
gue, siapa yang ‘milih’ para Sarvara? Siapa yang nugasin mereka melenyapkan
Peretas?
Kalau
misalkan kayak kata dr. Kalden bahwa Infiltran itu ada cuma untuk melaksanakan
skenario yang dibuat oleh Peretas sendiri, apakah kehadiran Sarvara termasuk di
dalam skenario itu?
Kalau
misalnya Ihstar atau siapa pun itu yang jadi orang keenam yang pergi dari Asko,
apa mungkin dia berkhianat dan dia yang ‘milih’ para Sarvaras?
Bintang
Jatuh bilang, segalanya yang ada pada Ihstar berhubungan dengan Asko. Di salah
satu mimpi Alfa, Ihstar menjadi kubu cahaya dan saat Alfa pengen milih Ihstar,
si Jaga Portibi bilang “Bukan begini caranya”. Di mimpi Alfa yang lain, Alfa
bilang “Jangan pergi” dan Ihstar menjawab, “Kamulah yang selalu pergi dariku.”
Jengjengjengjeng~
Masih
gelap -_-
Awal
Di
bagian awal buku selalu ada catatan-catatan kecil kayak puisi tentang setiap
seri Supernova.
Supernova : Kesatria, Putri,
& Bintang Jatuh
Engkaulah getar pertama yang
meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus disini. Mencintaimu.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus disini. Mencintaimu.
Entah kenapa.
Entah
kenapa. Ya, entah kenapa baca catatan ini delusi gue bekerja. Ini kayak
curhatan Gio buat Diva nggak, sih?
Supernova : Akar
Engkaulah gulita yang memupuskan
segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama, tetapi terasa ada
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama, tetapi terasa ada
Ajari aku
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merekuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi, tetapi tak memilih pergi
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merekuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi, tetapi tak memilih pergi
Tunggu aku
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu
Yang
ini… gelap. Delusi gue menjadi dua sudut pandang. Satu punya Kell, satunya lagi
Ihstar. Baris terakhirnya ituloh, Tunggu
aku.
Supernova : Petir
Engkaulah kilatan cahaya yang
menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap
Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu
Tak akan kau sayatkan luka demi
menggarisi jarakmu dengan aku
Karena kita satu
Andai kau tahu
Nah,
yang ini semakin gelap -_- gue nggak ngeh sama sekali. Delusi gue lagi-lagi
bikin plot ngaco. Jika misalnya baris ketiga itu gue artiin sebagai ‘Peretas
ke-6’ yang punya ‘masalah’ sama Petir, gimana? Nggak nyambung kayakya -_-
Supernova : Partikel
Engkaulah
keheningan yang hadir sebelum segala suara
Engkaulah lenggang tempatku berpulang
Engkaulah lenggang tempatku berpulang
Bunyimu
adalah senyapmu
Tarianmu adalah gemingmu
Tarianmu adalah gemingmu
Pada
bisumu, bermuara segala jawaban
Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup
Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup
Saput
batinku meluruh
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Telanjang tanpa kata-kata
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Telanjang tanpa kata-kata
Cuma
kini
Tinggal sunyi
Tinggal sunyi
Dan,
waktu perlahan mati
Ini yang
paling gelap nih /pusing/. Baris kelima mungkin curhatan Asko yang kesepian
ditinggal penghuninya, atau orang lain yang ‘ditinggalkan’. Ah, gelap.
Supernova : Gelombang
Dimensi
tak terbilang dan tak terjelang
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua
Mencecapmu
lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi
tujuan peraduanku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku
Selapis
kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama
Bait
pertama baris pertama itu mungkin maksudnya Asko. Bait kedua, Bintang Jatuh
sempat bilang kalau memang Gelombang yang selalu tiba pertama, dan dia yang
mendesain Asko. Baris kedua, mengingatkan gue pada mimpinya Alfa tentang
Ihstar. Kesimpulannya, dalam delusi gue, puisi ini semacem apa yang Ihstar
rasakan pada Alfa.
Selamat Menjadi :
Dan
inilah yang mungkin jadi kunci dari semuanya: pesan dari S!
Supernova : Akar
Lama tidak bertemu bukan berarti
saya lupa.
Berjalan 2.500 tahun bukan sebentar, saya harap kamu mengerti. Asko sangat dingin dan tempat ini sangat asing. Padahal ini tempat kita biasa belajar, tapi sudah tidak sama, ya?
Akar, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Saya ingin optimis, tapi sulit. Mereka masih mengira mereka terpisah. Saya cemas matahari tenggelam sebelum frekuensi lepas landas. Tapi, mereka seperti bertahan. Sengaja bertahan.
Jangan takut, Akar. Kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus. Datang sebelum waktu. Hadir sebelum ruang.
Kamu selalu bercermin. Poros keempat yang tidak terlihat, jangan lupa itu.
Salam saya untuk tiga teman kamu. Petir harus dibuat lebih percaya diri.
Selamat menjadi:
Berjalan 2.500 tahun bukan sebentar, saya harap kamu mengerti. Asko sangat dingin dan tempat ini sangat asing. Padahal ini tempat kita biasa belajar, tapi sudah tidak sama, ya?
Akar, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Saya ingin optimis, tapi sulit. Mereka masih mengira mereka terpisah. Saya cemas matahari tenggelam sebelum frekuensi lepas landas. Tapi, mereka seperti bertahan. Sengaja bertahan.
Jangan takut, Akar. Kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus. Datang sebelum waktu. Hadir sebelum ruang.
Kamu selalu bercermin. Poros keempat yang tidak terlihat, jangan lupa itu.
Salam saya untuk tiga teman kamu. Petir harus dibuat lebih percaya diri.
Selamat menjadi:
S
Supernova : Partikel
Lama tidak bertemu bukan berarti
saya lupa.
Tujuh gardu di Bumi mulai teraktivasi. Jangan buang waktumu untuk menemukan semuanya. Carilah satu gardu yang perlu kamu jaga. Tiga teman yang paling utama sudah menunggu. Banyak yang akan membantu. Mereka semua adalah bagian dari rencana.
Partikel, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Jangan takut. Jalan kalian seperti tidak punya peta. Tapi, lihatlah baik-baik. Ke dalam. Di poros keempat, peta kita tergambar jelas.
Ingat, satu getaran akan membangunkan semua. Tanpa terkecuali.
Tujuh gardu di Bumi mulai teraktivasi. Jangan buang waktumu untuk menemukan semuanya. Carilah satu gardu yang perlu kamu jaga. Tiga teman yang paling utama sudah menunggu. Banyak yang akan membantu. Mereka semua adalah bagian dari rencana.
Partikel, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Jangan takut. Jalan kalian seperti tidak punya peta. Tapi, lihatlah baik-baik. Ke dalam. Di poros keempat, peta kita tergambar jelas.
Ingat, satu getaran akan membangunkan semua. Tanpa terkecuali.
Selamat menjadi:
S
Apa
kesamaan kedua pesan diatas?
Matahari kelima.
Tiga teman yang utama.
Poros keempat.
Dalam
legenda suku Inca, matahari kelima berarti kiamat. Misalkan itu benar, mungkin
aja ‘poros keempat’ itu Asko, dan ‘tiga teman utama’ jelas Peretas yang lain.
Masalahnya,
kenapa S bilang ‘tiga teman utama’? Bukannya mereka ada enam?
Berarti
dua lainnya itu…
Hmmm.
Gelap
-_-
Intelegensi Embun Pagi
Jadi ceritanya
gue baru aja tau kalau seri terakhir Supernova ini udah selesai dan mau terbit….
Dan… ada beberapa orang… yang udah baca…. Kemudian mereka sedikit menyebarkan spoiler….
Gue suka
Supernova karena setiap karakternya unik dan misterinya juga oke. Pas tau
Intelegensi Embun Pagi bakal jadi yang terakhir, sedih juga T.T. Semoga nanti
Dee Lestari bakal buat karya ‘mikir’ kayak Supernova lagi, ehehehe…
Ditunggu
Intelegensi Embun Pagi-nya!
(Dan ditunggu juga saat-saat kehancuran segala plot prediksi di kepala gue…)
Komentar
Posting Komentar