Melebur Bersama 'Supernova'



Pada suatu hari yang cerah, sahabat gue yang menganggap buku adalah raja merekomendasikan satu novel ke gue. Judulnya Supernova. Saat gue liat pengarangnya Dewi Lestari yang saat itu gue kenal sebagai seorang penyanyi kegemaran mamak gue, akhirnya dengan menggebu-gebu gue pun meminjam itu novel.

Seri Supernova pertama yang gue baca adalah Petir. Tiba di halaman terakhir, gue melesat ke rumah sahabat gue dengan ekspresi kebelet. Gue nagih seri Supernova yang lain dengan nggak nyante, sampai-sampai sahabat gue mengancam akan telpon polisi karena muka gue udah kayak mau rampok bank.

Setelah didinginkan dengan segelas Mar*mas, gue pun bertransformasi jadi guguk yang siap dikasih tulang. Sahabat gue akhirnya menarik napas panjang dan berkata, “Gue cuma punya satu seri.”

Anjir.

Dengan wajah masam, gue pulang sambil misuh-misuh.

Beberapa bulan kemudian gue pergi ke Gramedia. Niatnya sih beli komik. Tapi sampai disana gue malah dikasih pemandangan indah berupa seri Supernova : Gelombang yang tengah duduk manis di rak tempat buku-buku baru. Saat itu gue percaya bahwa di bumi ini ternyata masih ada surga.

Hari itu uang gue ludes beli semua seri Supernova. Tanpa satu komik pun.


Supernova :

Seminggu kemudian, akhirnya gue berhasil menamatkan lima seri Supernova. Gue nggak akan bilang gimana kesan baca Supernova karena kalian kalian yang udah baca pasti ngerti. Rasanya kayak ada yang meletup-letup gitu di dada, kan? Kayak ada kupu-kupu berterbangan di perut, kan? Apa? Jatuh cinta? Iya gue emang udah jatuh cinta sama Supernova.

Jadi selain rasa yang tidak terbayangkan itu, daya tarik Supernova pastinya adalah misteri-misteri yang di setiap serinya dibuka sekelumit aja. Bikin gemes. Nah, di postingan ini gue mau berdiskusi(?) sama kalian, pembaca Supernova, tentang plot besar yang masih kabur itu. Postingan ini cuma pendapat pribadi gue dan pastinya banyak yang sependapat dan nggak sependapat. Berhubung pecinta novel di lingkungan gue itu relatif sedikit, jadi gue pengen memanfaatkan weblog ini buat curcol(?) sekaligus diskusi :D

Sebelumnya, makasih banyak buat yang udah mau mampir dan mau baca! :D

 
Asko

Pada seri Gelombang, tempat bernama Asko ini muncul. Dari apa yang Alfa bagi sama kita, Asko punya enam penghuni termasuk dia. Bahkan Alfa adalah pendesain Asko. Asko ini hidup, punya denyutan, ‘dimensi volume’, yang sayangnya susah gue bayangin padahal sudah dijelaskan secara rinci orz.

Gue masih belum ngeh apa fungsi Asko buat dunia nyata, dan fungsi dunia nyata buat Asko.


Infiltran, Sarvara, Peretas

Di Gelombang, lagi-lagi kita kenalan sama yang namanya Infiltran, Sarvara dan Peretas. Para Peretas itu penghuni Asko. Mereka punya fungsi masing-masing untuk menjalankan suatu ‘misi’. Para Sarvara ini yang bertugas menghalang-halangi mereka. Para peretas itu kemudian memutuskan untuk ‘amnesia’ dan lahir ke Bumi bersama dengan Infiltran dan Sarvara. Infiltran ini yang membantu Peretas untuk ‘mengingat kembali’ siapa mereka.

Infiltran & Sarvara

Lagi-lagi pada Gelombang, dr. Kalden menjelaskan bahwa Infiltran dan Sarvara tidak bisa berada dalam satu tempat dalam waktu yang lama. Mereka bertolak belakang, salah satu dari mereka harus lenyap. Sejauh ini Sarvara lah yang selalu lenyap.
Pada catatan Alfa, bila Infiltran dan Sarvara bertemu maka atmosfer di sekitar menjadi panas. Terus kepala sebelah kanannya akan berdenyut. Dalam secuil seri Intelegensi Embun Pagi, Kell bilang sakit kepala itu karena para Peretas mendapat ‘ingatan’. Peretas yang sensitif juga bisa merasakan kehadiran Infiltran atau Sarvara.

Infiltran

Dr. Kalden menjelaskan bahwa Infiltran tidak bisa mati. Mereka membawa ingatan yang nantinya akan membantu Peretas untuk ‘mengingat’. Tiap Infiltran membawa porsinya masing-masing, jadi mereka tidak boleh memberi petunjuk pada Peretas lebih dari porsi.

Sarvara

Sarvara juga tidak bisa mati. Sarvara bisa berpindah wujud menjadi apa saja jadi susah dilacak. Sarvara punya semacam alat yang dijadikan senjata yang selalu dibawa kemana pun, kayak Ompu Togu Urat yang bawa-bawa tongkat, dan Pemba yang bawa belati. Sarvara bakal ngebunuh tiap ada kesempatan.


Nama, Simbol, Kode

Dari semua seri Supernova, kita diajak kenalan dengan banyak tokoh. Tokoh utama, ya, udah pasti mereka yang punya ‘kode’ dan ‘fungsi’ alias para penghuni Asko. Terlepas dari itu, penamaan yang dipilih mbak Dee keren banget menurut gue.

Akar

Akar, si penghuni Asko ini amnesia menjadi seorang Bodhi Liong. Bodhi itu nama pohon, dan akar identik sama pohon XD. Simbol-simbol untuk para Peretas di Asko sesuai dengan simbol-simbol di cover masing-masing seri kayaknya. Kode untuk Bodhi jelas akar. Nah, gue masih belum ngeh Bodhi ini “peretas” apa. Mulai umur 6 tahun, Bodhi jadi bisa lihat ‘apa yang seharusnya nggak terlihat’.

Bodhi diasuh guru Liong, yang gue sempet ngira dia Infiltran. Tapi Infiltran kan ga bisa mati, terus kenapa guru Liong malah meninggal…

Selanjutnya Kell. Orang yang ngajarin Bodhi seni tato. Ada 617 rajah yang harus Kell sebarkan, entah buat apaan. Bodhi yang terakhir, tatonya Star Tetrahedron. Kell jelas abadi, dia udah hidup lama, tapi kemudian dia K.O di ladang ranjau. Dari apa yang dia perbuat ke Bodhi, kemungkinan besar dia Infiltran. Apalagi di sekelumit Intelegensi Embun Pagi, Kell bertemu Alfa dan bilang kalau dia adalah ‘tongkat estafet’ selanjutnya bagi Alfa. Kell ditato simbol ‘Om’ oleh Bodhi.

Lalu Ihstar Summer. Ini nih yang paling bikin penasaran. Ihstar datang dan pergi kayak kentut, walau sekejap tetep aja bau. Ihstar dan Kell ini kayak nggak pernah betah bersama dalam waktu yang lama. Nah, kalau Kell ini Infiltran, apakah berarti Ihstar ini Sarvara? Menurut gue sih nggak juga. Satu, Ihstar nggak ngebunuh Bodhi padahal dia punya kesempatan untuk itu. Dua, Ihstar nggak bawa-bawa senjata. Tiga, walaupun Ihstar sering satu ruangan sama Kell, Bodhi nggak ngerasa ‘panas’ yang Alfa rasain waktu dr. Kalden bareng-bareng sama Pemba. Empat, Kell bereaksi biasa aja pas Bodhi bilang ia ciuman sama Ihstar. Sebelum hilang, Ihstar ditato simbol ‘Tree of Life’ oleh Bodhi.

Kemudian Bong. Dia sepupunya Mpret yang muncul di seri Petir. Bong ini kunci pertemuan Bodhi sama Elektra.

Petir

Petir terlahir amnesia menjadi Elektra atau Etra. Elektra berarti listrik, udah jelas banget hubungannya sama petir XD. Etra pernah kesambar petir dan masih sehat walafiat. Berkat itu dia kadang bisa nyetrum orang. Gue juga belum ngeh Etra ini ‘peretas’ apa. Mungkin peretas memori(?) karena dia kayak bisa baca pikiran pas lagi nerapi orang.

Hidupnya berubah pas ketemu Bu Sati. Bu Sati yang ngajarin Etra terapi listrik. Dari deskripsi yang Etra kasih kalau Bu Sati ini tampangnya ga berubah sedari dia kecil, kemungkinan Bu Sati itu Infiltran.

Terus Toni alias Mpret. Orang yang bantu Etra jadi pengusaha. Mpret ini sepupunya Bong, kunci ketemunya Etra sama Bodhi.

Petir adalah seri pertama yang gue baca berbulan-bulan lalu, dan gue lupa sebagian besar adegannya /plak

Partikel

Zarah Amala. Zarah artinya partikel, ini mah terlalu jelas XD. Zarah punya bapak maniak jamur. Suatu malam dia diajak ke bukit Jambul yang angker luar biasa sama bapaknya. Kemudian ayahnya menghilang. Zarah lalu kembali ke bukit Jambul untuk mencari petunjuk dan disitu dia ketemu jamur enteogen beserta ‘gerbang dimensi’. Dari jurnal-jurnal ayahnya, terungkap suatu dimensi lain tempat makhluk-makhluk yang kita sebut alien berada. Tapi Zarah belum ‘diijinkan’ masuk.

Ayahnya, Firas, menghilang meninggalkan jurnal untuk Zarah. Di seri Gelombang, para Peretas yang bertemu dengan Infiltran atau Sarvara mengalami sakit kepala sebagai proses kembalinya ingatan. Di seri Partikel ini gue nggak menemukan hal itu terjadi pada Zarah. Yang gue tahu sakit kepala itu cuma terjadi pas Zarah makan jamur enteogen aja. Apakah Firas termasuk Infiltran atau Sarvara? Atau tidak keduanya? Masih belum jelas di kepala gue orz. Tapi menurut gue Firas mungkin Infiltran, atau tidak keduanya.

Simon Hardiman. Dia ini yang ngasih Zarah kamera, sekaligus teman Firas. Sahabat gue bilang mungkin Simon ini Sarvara. Dia juga punya senjata berupa tongkat, khas Sarvara banget katanya. Tapi, kalau misalkan Firas itu Infiltran, kok dengan gampangnya dia ngasih kopian jurnalnya sama Simon tanpa menyelidiki lebih dulu apakah dia Infiltran atau Sarvara? Atau mungkin Firas itu emang bukan Infiltran atau Sarvara, atau malah Simon yang bukan Infiltran bukan Sarvara. Hmmmm.

Gelombang

Alfa Sagala. Di Fisika, ada yang namanya gelombang Alpha, keliatan kan XD. Nah, waktu kecil dia bertemu Jaga Portibi, dan mulai mengalami mimpi-mimpi yang sama setiap malam. Alfa adalah ‘peretas’ mimpi. Alfa yang pertama tiba di Asko dan yang paling banyak dapat ‘ingatan’.

Di Gelombang muncul lagi Ihstar Summer. Datang dan pergi kayak kentut juga. Ihstar muncul lagi di mimpi Alfa sebagai ‘kubu cahaya’. Saat ia ingin memilih Ihstar, si Jaga Portibi menariknya dan bilang “Bukan begini caranya”, “Ini yang terakhir”, dan “Bangun!”. Kalau memang si Jaga Portibi ini adalah ‘pelindung’ yang muncul saat Alfa dalam bahaya, jadi Ihstar adalah…

Dalam Akar gue pikir Ihstar bukan Sarvara. Di Gelombang juga sama. Ihstar punya banyak kesempatan buat bunuh Alfa tapi dia malah hilang. Sengaja, mungkin? Biar Gelombang bisa ketemu Akar? Idk. Lalu buat apa Jaga Portibi muncul?

Yang bikin gue tambah mumet itu kenapa Jaga Portibi bilang “Bukan begini caranya”? Itu maksudnya apaannn ;;;; dan lagi Ihstar bilang dia kenal orang Indonesia yang nggak ketemu di Indonesia. Maksudnya Bodhi kah? Atau mungkin Diva? Gio?

Idk. Idk. Idk.

Satu lagi, saat Alfa tenggelam di danau, ada lima wajah yang ia lihat. Gue pikir itu Bodhi, Etra, Zarah, Gio dan… satu lagi perempuan. Ketika bertemu Ihstar, Alfa terus bertanya, “Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”. Mungkinkah…?

Dan yang jadi pertanyaan terbesar gue sampe sekarang; di Asko, saat Alfa tanya apa hubungan Ihstar sama Asko, Bintang jatuh bilang, “Segalanya.”

MAKSUDNYA APA COBA ASDFGHJLDAHDAIHDKS

Gio Alvarado

Di Gelombang (lagi-lagi), Gio ketemu Amaru yang ngasih dia empat batu bertanda. Masih ada dua lagi, katanya. Mungkin yang dua lainnya itu batu-batu yang dibawa Alfa. Mungkin. Jadi Amaru ini nyuruh Gio menemukan orang sejumlah batu itu. Amaru juga bilang Gio bagian dari mereka.

Penghuni Asko ada enam. Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, Gio, dan gue rasa satunya lagi mungkin Ihstar. Kalau Gio harus nyari empat orang, mungkin itu Bodhi, Elektra, Zarah dan Alfa. Ihstar sendiri masih ga jelas kan.

Gue juga belum menemukan tanda-tanda Gio mengalami hal-hal diluar akal, dan kode dia itu apaan.

Diva Anastasia

Di dunia maya dikenal dengan ‘Supernova’, di karangan Dimas & Reuben dikenal sebagai ‘Bintang Jatuh, ‘cyber avatar’.

Diva ini kayak tahu segalanya. Yang gue bingung, dia bilang dia udah cinta sama Ferre jauh sebelum Ferre sendiri tahu. Maksudnya apa? Terus juga waktu Dimas & Reuben nanya ke Supernova apakah Supernova tahu siapa mereka berdua, Supernova bilang “Aku tahu semua kandidatku.”

Nah, lo. Tambah bingung. Kandidat buat pengamat, katanya. Entah ada hubungannya sama Peretas atau gimana.

(WAIT, PERETAS? HACKER?)

(Jadi kalo semisal dunia ini jaring laba-laba (web) berarti para Peretas (Hacker) itu… )

(Nah, lo.)

Kemudian tiba-tiba Diva menghilang, dan alamat surel Dimas mendadak ada di daftar emergency-nya. Dimas kemudian dihubungi oleh Gio.

Nah, lo. Skenario besar-besaran ini.

Di Asko, Bintang Jatuh muncul sebagai ‘penjaga kandi’, dia bilang dirinya adalah ‘gugus sebelum oktahedral’. Setelah Alfa menerima ‘ingatan’, Alfa bilang Bintang Jatuh tidak seharusnya ada di Asko.

Yang nyedot perhatian gue itu adalah maksud dari ‘gugus sebelum oktahedral’. Simbol oktahedral punya enam sudut segitiga yang menggambarkan enam orang peretas itu kan ya. Nah, kalau misalkan beneran ada sebuah gugus sebelum gugus oktahedral, mungkin nggak sih ada ‘peretas’ lain sebelum peretas-peretas dari ‘gugus oktahedral’? Mungkin nggak simbolnya punya lima bintang?

(Mungkin nggak sih kalau itu ada hubungannya sama Diva, Ferre, Rana, Dimas & Reuben?)

… gelap.


Tahun

1978 – 1998 : Kisah Bodhi. Di tahun-tahun akhir dia ketemu Ihstar dan Kell.

2001 : Dimas dan Reuben mulai membuat masterpiece mereka, sementara itu skenario yang mereka 
tulis betul-betul terjadi. Di tahun yang sama Elektra membangun Elektra Pop.

2002 : Waktu ‘sekarang’ dalam seri Akar. Elektra berhasil belajar nyetrum.

2003 : Diva hilang. Alfa bertemu Ihstar dan Kell. Zarah pulang ke Indonesia buat menghadiri pemakaman Abahnya. Bodhi dan Elektra ketemu. Gio pulang ke Jakarta buat ketemu Dimas. Alfa ke Indonesia buat ketemu Bodhi.

MEREKA BAKAL KETEMU GAIS ASDFHDSJADLJADKLJ IM SO EXCITED

(tapi tetep Peretas terakhir belum muncul…)


Plot

Jadi sebelum postingan ini semakin ngaco, ada beberapa dialog yang bikin gue sangat amat penasaran.

Pada Gelombang, Alfa sempat bertanya, “Sudah berapa lama Anda hidup sebagai MANUSIA?” dan dr. Kalden menjawab, “Ever since the first escape.” Menurut gue the first escape itulah awal kenapa Peretas harus lahir dengan amnesia, dan alasan kenapa Infiltran dan Sarvara itu ada.

Perkataan dr. Kalden yang lain juga; “Yours is not the only Octahedral bond out there, and you’re not the only Dreamscapist. There are 64 bonds altogether for each Grand Escape.” Wow. Gue makin puyeng.

Gambaran di kepala gue, misalkan dulu para Peretas itu ingin membangun Asko untuk suatu “misi”. Mungkin ada masalah internal atau apa, salah satu dari mereka memutuskan untuk pergi. Dugaan gue itu Ihstar (atau siapapun itu yang jadi orang keenam). Karena satu hilang, Asko nggak seimbang. Untuk itu mereka perlu berkumpul lagi, kemudian mereka lahir sebagai manusia (mungkin ini yang disebut-sebut sebagai escape). Mulai saat itu mereka kejar-kejaran sama waktu. Peretas amnesia supaya nggak ditemukan Sarvara lebih dulu (dr. Kalden bilang semakin Peretas ingat, semakin berbahaya mereka). Sementara Infiltran dan Sarvara saling bentrok demi melaksanakan tugas.

Pertanyaan gue, siapa yang ‘milih’ para Sarvara? Siapa yang nugasin mereka melenyapkan Peretas?

Kalau misalkan kayak kata dr. Kalden bahwa Infiltran itu ada cuma untuk melaksanakan skenario yang dibuat oleh Peretas sendiri, apakah kehadiran Sarvara termasuk di dalam skenario itu?

Kalau misalnya Ihstar atau siapa pun itu yang jadi orang keenam yang pergi dari Asko, apa mungkin dia berkhianat dan dia yang ‘milih’ para Sarvaras?

Bintang Jatuh bilang, segalanya yang ada pada Ihstar berhubungan dengan Asko. Di salah satu mimpi Alfa, Ihstar menjadi kubu cahaya dan saat Alfa pengen milih Ihstar, si Jaga Portibi bilang “Bukan begini caranya”. Di mimpi Alfa yang lain, Alfa bilang “Jangan pergi” dan Ihstar menjawab, “Kamulah yang selalu pergi dariku.”

Jengjengjengjeng~

Masih gelap -_-


Awal

Di bagian awal buku selalu ada catatan-catatan kecil kayak puisi tentang setiap seri Supernova.

Supernova : Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus disini. Mencintaimu.

Entah kenapa. 

Entah kenapa. Ya, entah kenapa baca catatan ini delusi gue bekerja. Ini kayak curhatan Gio buat Diva nggak, sih?

Supernova : Akar

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama, tetapi terasa ada

Ajari aku
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merekuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi, tetapi tak memilih pergi

Tunggu aku
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu

Yang ini… gelap. Delusi gue menjadi dua sudut pandang. Satu punya Kell, satunya lagi Ihstar. Baris terakhirnya ituloh, Tunggu aku.

Supernova : Petir

Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku

Karena kita satu

Andai kau tahu

Nah, yang ini semakin gelap -_- gue nggak ngeh sama sekali. Delusi gue lagi-lagi bikin plot ngaco. Jika misalnya baris ketiga itu gue artiin sebagai ‘Peretas ke-6’ yang punya ‘masalah’ sama Petir, gimana? Nggak nyambung kayakya -_-

Supernova : Partikel

            Engkaulah keheningan yang hadir sebelum segala suara
            Engkaulah lenggang tempatku berpulang
            
            Bunyimu adalah senyapmu
            Tarianmu adalah gemingmu
           
            Pada bisumu, bermuara segala jawaban
            Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup
            
            Saput batinku meluruh
            Tatapmu sekilas dan sungguh
            Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
            Telanjang tanpa kata-kata
            
            Cuma kini
            Tinggal sunyi
           
            Dan, waktu perlahan mati

Ini yang paling gelap nih /pusing/. Baris kelima mungkin curhatan Asko yang kesepian ditinggal penghuninya, atau orang lain yang ‘ditinggalkan’. Ah, gelap.

Supernova : Gelombang
            Dimensi tak terbilang dan tak terjelang
            Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
            Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
            Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
            Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua

            Mencecapmu lewat mimpi
            Terjauh yang sanggup kujalani
            Meski hanya satu malam dari ribuan malam
 
            Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku
            Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

            Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
            Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
            Engkau membuatku putus asa dan mencinta
            Pada saat yang sama

Bait pertama baris pertama itu mungkin maksudnya Asko. Bait kedua, Bintang Jatuh sempat bilang kalau memang Gelombang yang selalu tiba pertama, dan dia yang mendesain Asko. Baris kedua, mengingatkan gue pada mimpinya Alfa tentang Ihstar. Kesimpulannya, dalam delusi gue, puisi ini semacem apa yang Ihstar rasakan pada Alfa.


Selamat Menjadi :

Dan inilah yang mungkin jadi kunci dari semuanya: pesan dari S!

Supernova : Akar

            Lama tidak bertemu bukan berarti saya lupa.
            Berjalan 2.500 tahun bukan sebentar, saya harap kamu mengerti. Asko sangat dingin dan tempat ini sangat asing. Padahal ini tempat kita biasa belajar, tapi sudah tidak sama, ya?
            Akar, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Saya ingin optimis, tapi sulit. Mereka masih mengira mereka terpisah. Saya cemas matahari tenggelam sebelum frekuensi lepas landas. Tapi, mereka seperti bertahan. Sengaja bertahan.
            Jangan takut, Akar. Kebenaran yang tak bernama tak pernah terputus. Datang sebelum waktu. Hadir sebelum ruang.
            Kamu selalu bercermin. Poros keempat yang tidak terlihat, jangan lupa itu.
            Salam saya untuk tiga teman kamu. Petir harus dibuat lebih percaya diri.
            Selamat menjadi:

S

Supernova : Partikel

            Lama tidak bertemu bukan berarti saya lupa.
            Tujuh gardu di Bumi mulai teraktivasi. Jangan buang waktumu untuk menemukan semuanya. Carilah satu gardu yang perlu kamu jaga. Tiga teman yang paling utama sudah menunggu. Banyak yang akan membantu. Mereka semua adalah bagian dari rencana.
            Partikel, matahari kelima akan terbenam tidak lama lagi. Jangan takut. Jalan kalian seperti tidak punya peta. Tapi, lihatlah baik-baik. Ke dalam. Di poros keempat, peta kita tergambar jelas.
            Ingat, satu getaran akan membangunkan semua. Tanpa terkecuali.

Selamat menjadi:
S


Apa kesamaan kedua pesan diatas?

Matahari kelima.

Tiga teman yang utama.

Poros keempat.

Dalam legenda suku Inca, matahari kelima berarti kiamat. Misalkan itu benar, mungkin aja ‘poros keempat’ itu Asko, dan ‘tiga teman utama’ jelas Peretas yang lain.

Masalahnya, kenapa S bilang ‘tiga teman utama’? Bukannya mereka ada enam?

Berarti dua lainnya itu…

Hmmm.

Gelap -_-


Intelegensi Embun Pagi

Jadi ceritanya gue baru aja tau kalau seri terakhir Supernova ini udah selesai dan mau terbit…. Dan… ada beberapa orang… yang udah baca…. Kemudian mereka sedikit menyebarkan spoiler….

Gue suka Supernova karena setiap karakternya unik dan misterinya juga oke. Pas tau Intelegensi Embun Pagi bakal jadi yang terakhir, sedih juga T.T. Semoga nanti Dee Lestari bakal buat karya ‘mikir’ kayak Supernova lagi, ehehehe…

Ditunggu Intelegensi Embun Pagi-nya!

(Dan ditunggu juga saat-saat kehancuran segala plot prediksi di kepala gue…)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GURU MATEMATIKA ITU NYEBELIN KAYAK PELAJARANNYA

Hidup Clueless